Asli Lokal Citarasa Global
Sumber Gambar : Instagram @bulemengajar

Lia, begitu orang akrab memanggilnya. Jelita, penuh prestasi membanggakan dan yang terakhir tentu, “sosialita” idaman para pria. Tidak hanya di daerah, nama dan perjuangannya di bidang pendidikan kiranya sudah dikenal di kancah Nasional. Dari tatap mata yang tajam dan tegas, visi misi hidupnya seolah tergambar jelas. Bagi Lia, pendidikan tinggi itu penting dan harus. Pendidikan yang bukan hanya mencerdaskan diri sendiri, tapi juga mampu bermanfaat untuk khalayak terlebih untuk tanah kelahirannya sendiri tentu. Siapa sebenarnya sosok perempuan inspiratif satu ini?

Lia Gracia, Penggagas Bule Mengajar

Perempuan asli Kulon Progo ini mengawali mimpinya dari sebuah rumah minimalis yang ia set sebagai kantornya pada 28 Oktober 2014 lalu. Sebuah komunitas pendidikan didirikan. Dibantu oleh 8 orang rekannya, Komunitas Bule Mengajar aktif mengadakan les bahasa Inggris gratis untuk warga sekitar basecamp KBM. Namun hidup tak semudah drama Korea tentu. Gunjingan saudara hingga warga tak pelak menjadi ujian awal Lia. “Owalah mbak, kalo mau buka travelan mbok ya di Kuto Jogja sana tu lo yang banyak bulenya” seloroh tetangga yang kebetulan lewat, hingga ada yang bilang “sekolah tinggi tinggi kok hanya jadi guide?"

Beberapa organisasi sosial kewirausahaan seperti RotarAct Nusa Dua Bali (2009-2010), Forum Pemuda Pelopor DIY (2015-sekarang), Forum Kewirausahaan Pemuda DIY (2015-sekarang) adalah beberapa ruang asah keorganisasian sekaligus wadah menularkan perjuangannya. Niat tulusnya tak lain hanya ingin terus berupaya mengenalkan sekaligus membuka wawasan tentang Kulon Progo kepada warga negara asing, ataupun sebaliknya. Asli prodak lokal cita rasa global, begitu kira-kira kesan sloganis yang muncul.

“Total sudah ada 100an WNA dari 24 negara yang pernah ikut KBM”, ungkap dara jebolan S1 Hospitality Bisnis, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali dan S2 Kajian Pariwisata UGM. Tidak hanya itu, lebih kurang setahun setelah komunitas itu berdiri, “Kartini Binangun” ini berhasil menggondol Juara I Pemuda Pelopor Berprestasi Tingkat Nasional, bidang Pendidikan (KEMENPORA 2015). Semua torehan prestasi tersebut dengan rendah hati ia sikapi sebagai bonus dari jerih payah perjuangannya di bidang pendidikan. Kedepan, harapannya akan banyak para Kartini Binangun sepertinya di berbagai bidang (pendidikan dan bidang lain) yang mau membangun daerahnya sendiri. Atau paling tidak, komunitas sosial terkecilnya (keluarga).

tika/aksrku

Beriklan Disini Beriklan Disini