Berkreasi, Mahasiswa Asal Kulon Progo Buat Sepatu Lurik 'All In One'
Sumber Gambar : Tim_Babel_Shoes

Tak bisa dipungkiri, perkembangan dunia fashion semakin meningkat. Penampilan menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan.

Satu dari sekian penunjang penampilan adalah sepatu. Meski menjadi alas kaki, tak jarang aspek ini justru menjadi poin sentral dalam sebuah gaya. Semua pihak juga mengamini bahwa sepatu telah menjadi salah satu kebutuhan dalam melakukan aktivitas sehari- hari.

Bagi sebagian orang dengan mobilitas terbatas, memiliki satu jenis sepatu terkadang tak jadi masalah. Berbeda halnya dengan seseorang yang memiliki mobilitas tinggi. Punya satu jenis sepatu saja di raknya akan mengganggu aktivitasnya, apalagi jika sudah mulai muncul permasalahan terkait perawatan. Terlebih, tak semua jenis alas kaki bisa digunakan untuk digunakan dalam berbagai kesempatan.

Menangkap peluang ini, sejumlah mahasiswa dari Kulon Progo mencoba memecahkan permasalahan ini. Satu sepatu dirancang untuk bisa digunakan untuk berbagai model, kasual hingga formal.

Mereka merupakan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, antara lain Retno Hastuti, Nia Sarinastiti, Maya Ruri Putri, dan Arif Musthofa. Tiga dari empat mahasiswa ini merupakan pemuda asal Kulon Progo, yaitu Retno, Maya, dan Arif.

Tim ini menginovasikan sebuah produk sepatu dengan konsep all in one dengan brand Babel (Batik Lurik Fashionable All In One). Sepatu ini dilengkapi dengan zipper dan pengait sepatu yang memudahkan pemakainya dalam mengubah model sesuai kebutuhan untuk kesempatan formal, informal, dan kasual.

"Kelebihan dari sepatu Babel yaitu dapat dikreasikan menjadi tiga model sesuai kebutuhan, sehingga simpel, dengan memiliki satu sepatu bisa menunjang beberapa gaya," kata Retno beberapa waktu lalu.

Desain sepatu ini juga dikombinasikan dengan motif batik lurik untuk mempermanis penampilan. Hal ini juga menjadi upaya meningkatkan rasa cinta terhadap budaya lokal yang ada. 

"Sepatu Babel ini merupakan salah satu produk lokal dengan konsep budaya dan efisiensi dalam beraktivitas. Dengan produk ini diharapkan masyarakat lebih mencintai budaya yang ada dan bangga terhadap produk lokal karya anak bangsa," imbuh Retno.

Beriklan Disini Beriklan Disini