Busanaku Tetap Akan Beradu
Sumber Gambar : Glitzmedia.com

Fashion selain menjadi daya tarik para wanita, juga menjadi arketipe atau saksi sejarah yang tak ternilai. Seolah tak lekang dimakan usia, sekalipun dirinya telah menjadi lembaran sejarah lama, setelan kebaya dan bawahan jarik seolah menjadi pose sekaligus cerminan ke-Jawa-an dan semangat hidup R. A Kartini.

Kebaya Kuno

Kebaya lalu menjelma fashion khas para wanita Indonesia untuk mengenang atau bahkan seolah menisbatkan mereka akan semangat hidup Kartini. Model pakaian ini sebelumnya memang menjadi dresscode para ningrat kala itu. Alih-alih menjadi identik dengan Kartini, lalu kebaya Jawa dinisbatkan sebagai kebaya Kartini, yang kini tak hanya ningratpun jadi dan bukan hal nisbi jika hendak mengenakannya.

Secara bentuk, jenis kebaya Kartini ini mirip dengan kebaya Encim. Yang membedakannya adalah lipatan pada bagian dada. Terkenal dengan kerah setali hingga ke bawah, pada bagian bawah dari depan hingga ke belakang sama panjangnya (rata) seolah mencerminkan keanggunan dibalik kesederhanaan tampilannya. Kebaya ini menggunakan tisi atau hiasan semacam mute atau karpatu mulai dari bagian leher melalui dada hingga tepi bagian bawah. Pada tepi bagian bawah biasanya dihiasi dengan benang emas dan sejenisnya.

Kebaya Fashion Week

Semakin menumbuhkan kesan anggun, berwibawa, namun tetap dalam balutan kesederhanaan. Seolah tak mau lekang oleh waktu, kemudian setelan kebaya ini terus menjadi tanda sekaligus penanda dari paling tidak hari Kartini. Atau lebih luasnya, penanda akan perjuangan tokoh emansipasi Negri Pertiwi.

*arketipe : model asli yang menjadi contoh pembentukan hal-hal berikutnya

*encim : wanita cina yang sudah menikah

 

Aksara Terkait : Asli Lokal, Citarasa Global

Beriklan Disini Beriklan Disini