Cita Rasa Artistik, Olahan Sumber Daya Endemik
Sumber Gambar : instagram tag aksarakudotcom

Semangat menjunjung tinggi karya lokal kepada dunia di ajang INACRAFT 2017 telah dihelat. Dalam ajang bergengsi tersebut pembuktian akan perwujudan karya dalam negeri kualitas global dipuji dan dipertaruhkan. Kesempatan besar tersebut agaknya berhasil menjadi magnet tersendiri untuk para seniman ataupun pengrajin karya antik sekaligus fenomenal.

JKW di Inacraft 2017

Tak terkecuali pula JK Watch, produk kerajinan jam tangan antik berbahan dasar kayu pun turut menjadi buah bibir di ajang bergengsi tersebut. JK Watch, mengusung konsep bahan dasar kayu local, seperti Sonokeling, Mangir, Mahoni, dan Kayu endemik Nusantara lainnya. Tentu menjadi nilai tersendiri bagi khasanah kerajinan tangan saat ini.

Aksara Terkait : JKW, Jam Kulonprogo yang Mendunia

Di bawah pimpinan Iyos Pramana, JK Watch bersaing dengan produk-produk luar asal Myanmar, Jepang, Pakistan, Polandia, dan India yang juga turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut. Apresiasi yang patut diberikan membumikan motto bahwa “berkarya adalah salah satu caranya berterima kasih dan bangga menjadi putra bangsa untuk negeri tercinta”. Melalui usahanya ini, Iyos membuktikan bahwa anak muda bisa menjadi sukses sekaligus mencipta lapangan kerja, bermanfaat paling tidak bagi masyarakat di sekitarnya.

JKWatch

Melalui ajang tahunan tersebut, pemuda asal Kulon Progo ini pun berharap JK Watch nantinya akan menjadi rowmodel kelas dunia. Handcraft yang dikenal masyarakat luas. Inovasi dari Iyos agaknya berhasil memancing kebermanfaatan sumber daya alam sekitar sebagai potensi ekonomi kreatif. Baik di Kulonprogo itu sendiri, ataupun di dunia secara luas. Dengan begitu, kayu-kayu endemik daerah pun nantinya akan mempunyai nilai tinggi. Tentu pula, dengan mempertimbangkan keberlangsungan hidup dan ekologi alam sekitar.

(warta/ak/FD)

Aksara Lainnya : Walau Medhok Selera Harus Tetap Menthok. Serat Alam Sentolo, Kerajinan Enceng Gondok

Beriklan Disini Beriklan Disini