Dirgahayu IndonesiaKu, ke Tujuh Puluh Dua
Sumber Gambar : Redaksi Aksaraku

Semilir angin pagi kurasa beda kali ini. Kerumunan seragam membanjiri Alun alun Wates, pusat kota dan segala bentuk aktivitas di negeri Binangun. Anak anak beriaskan dandanan ala kemerdekaan, tak sedikit pula yang membawa atribut bendera, mengibarkannya, bagai pejuang era-era kolonial saja, batinku.

Upacara pengibaran bendera kali itu berjalan khidmat. Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibaraka) Kabupaten tampil dengan gagah nan elok, mengawal sang saka merah putih yang akan naik bersarang di singgasana. Dengan pembawa baki bendera pusaka Patricia Shanti Kristanovanda, serta 3 pengibar bendera pusaka adalah Ahmed Nur Prastowo, Kostrananda Prawira Yudha dan Hanif Ragil Prakosa.

Pengibaran

Pengibaran Bendera Pusaka

Sebuah kehormatan bisa diundang untuk mendokumentasikan upacara berkelas ini. Upacara berkelas dari seluruh upacara apapun, dengan momen paling berharga dari setiap sudut momen yang ada. DIRGAHAYU INDONESIA.

Ya, kemerdekaan tentu saja sudah kita dapatkan sepenuhnya, tepat 72 tahun silam ketika para Bapak Bangsa rela menumpahkan darah demi meneriakkan satu kata, “Merdeka!”

Diawali dengan pembacaan proklamasi oleh ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Ibu Akhid Nuryati, tepat pukul 10.00 WIB. Menjelang detik detik, seluruh bunyi klakson dan sirine serta drum bergemuruh, seakan mengguncang atmosfer Alwa pagi itu. Sungguh, merinding dibuatnya.

Pengibaran

Pengibaran Bendera Pusaka oleh Paskibraka Kulonprogo

Selanjutnya, kemegahan bendera merah putih diperlihatkan ke penjuru Alun-Alun Wates, dikibarkan oleh Paskibraka. Selepas pengibaran, tak jua nadiku berhenti merasakan degup “jiwa” para pejuang disini. Sociodrama berjudul “Diponegoro” yang diperankan oleh anggota KODIM. Sociodrama karya Komunitas Seni Alugara dan disutradarai jua oleh Bengkel Seni Alugara ini, menggelorakan semua yang termaktub dalam lembaran peringatan kali ini.

Sociodrama

Sociodrama "Diponegoro" oleh Kodim dan Bengkel Seni Alugara

Dimeriahkan oleh seluruh peserta upacara yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, Veteran, tokoh masyarakat hingga para guru dan putra daerah yang akan menerima apresiasi di hari mulia ini, upacara kali ini mengundang insiatif tim redaksi AksaraKu untuk mempersembahkan suatu karya di linimasa selanjutnya. Sebuah karya anak bangsa yang khusus dibuat untuk negeri tercinta, di hari yang sakral ini.

Sungguh menggelorakan naruni ketika semua pasang mata dengan sikap hormat menengadahkan pandang ke Bendera. Bersimbah harmoni yang mengelu-elukan, Indonesia Raya ciptaan WR. Supratman kembali berkumandang. Haru rasanya mendengar. Ketika kemerdekaan kita maknai sebagai sebuah kenikmatan, lalu akankah kita tak mau mensyukuri segala bentuk karunia-Nya?

Mari berefleksi, jadikan hari ini sebagai hari untuk merenungi, apa sih yang telah kamu persembahkan untuk negeri ini ! Dirgahayu ke 72 , Dirgahayu Bangsa Indonesia !

Nantikan karya kami selanjutnya.

Warta Lainnya : Simfoni Garuda Tembus Khatulistiwa

Beriklan Disini Beriklan Disini