Gua Watu Jonggol, Sinergi Wisata Sejarah dengan Pasar Produk Lokal
Sumber Gambar : Adi Kristi / Redaksi Aksaraku

Banyak tempat wisata yang kini bermunculan dan mulai dirintis di sudut-sudut desa di Kulon Progo. Berawal dari kesadaran warga akan pentingnya berinovasi dan berdikari, membuat masyarakat desa terpantik untuk mengembangkan daerahnya menjadi lokasi wisata. Tentunya dengan konsep dan tema yang unik nan baru, serta didasari atas penggalian dan pengembangan pelbagai potensi yang ada di masing-masing daerah atau desanya.

Wisata Gua Watu Jonggol salah satunya. Wisata yang berlokasi di kaki Menoreh, tepatnya di Dusun Gunung Pentul, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo ini menawarkan konsep piknik yang berbeda. Berawal dari pencarian sejarah, ditemukan fakta
bahwa kawasan ini dulunya pada tahun 1940-an merupakan area tambang mangaan di Kulon Progo.

Bekas lombong itu membentuk gua dengan panjang lebih kurang 80 meter. Juga terdapat sumur di sayap kiri gua yang memiliki kedalaman sekitar tiga meter dengan air yang sangat jernih. Dahulunya, lubang sumur itu menjadi resapan ketika musim penghujan,
lantaran gua dulunya difungsikan sebagai jalur pengangkutan mangaan dengan kereta lori. Gua Watu Jonggol yang dulunya tertutup rawa dan semak, berkat kerja keras Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Dusun Gunung Pentul, kini dapat anda temui dan nikmati dengan leluasa. Gua tersebut memiliki dua pintu dengan lebar sekitar satu setengah meter dan tinggi antara dua hingga tiga setengah meter. Di dalamnya terdapat stalaktit-stalaktit kecil yang menjuntai sekitar satu hingga empat sentimeter. Menurut sejarahnya, kawasan
tambang ini merupakan peninggalan pada masa Belanda dan Jepang.

Untuk sejarahnya bisa disimak di intsagram @aksarakudotcom


Tak hanya menikmati suasana area wisata, hal wajib yang harus anda lakukan ialah jajan di pasar produk lokal yang diberi nama “Pasar Sor So” (pasar bawah pohon so). Nama ini merujuk pada lokasi pasar yaitu di atas gua dan di bawah pohon so. Anda dapat menikmati
berbagai makanan dan oleh-oleh khas Dusun Gunung Pentul, tentunya dengan harga yang cukup terjangkau.

Pasar yang dibuka setiap hari Minggu Kliwon pukul 6 pagi sampai pukul 1 siang ini selalu ramai pengunjung. Selain untuk berwisata, melakukan penelitian ataupun hal lainnya, anda juga dapat merasakan keramah-tamahan penduduk asli Dusun Gunung Pentul. “Memang konsep desa wisata Watu Jonggol ini berlatar wisata sejarah, baik sejarah guanya maupun sejarah asal mula Dusun Gunung Pentul-nya. Di samping itu, dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat kita membuat pasar lokal, yang bertujuan sebagai wadah produk-produk asli kami untuk dijajakan. Sehingga wisatawan tidak hanya dapat menggali sejarah, menikmati suasana gua namun juga dapat mengenal dan merasakan berbagai kuliner, olahan, dan karya cipta lokal kami,” jelas Sumarna dan Ahmad Efendi yang menjadi inisiator sekaligus penggerak Pokdarwis, yang kini beranggotakan 50 warga Gusun Gunung Pentul.


Berkat kesadaran masyarakat yang begitu apik dan bersinergi dengan pemerintah Desa Karangsari serta BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Desa Karangsari, wisata Gua Watu Jonggol mulai Agustus tahun 2016 lalu mulai dibuka untuk pengunjung. Diharapkan wisata tersebut tidak sekedar wisata alam, namun juga wisata sejarah, produk lokal, serta wisata budaya. 

Wisataku Lainnya : Kedhung Luweng, Surga Tersembunyi di Barat Negeri

Editor : Lajeng Padmaratri

Beriklan Disini Beriklan Disini