Jelajah Tanah Menoreh bersama Jeep "Sinar Menoreh"
Sumber Gambar : @sinarmenoreh_adventure

Hari masih pagi ketika Mbak Med kedatangan teman-temannya dari Jakarta. Lama tak bersua memunculkan rindu dan sejenak bercakap-cakap mengenai kabar masing-masing. Namanya juga perempuan, kalau ngobrol bisa sampai ngalor-ngidul. Hingga tiba-tiba salah seorang kawan Mbak Med nyeletuk.

“Med, aku mbok diantar ke Kalibiru. Artis-artis Jakarta aja sudah pada pernah ke sana, mosok aku belum..”

Singkat cerita, Mbak Med kemudian mengajak kesemua kawan perempuannya itu naik ke Kalibiru. Namun, khawatir medan yang dilalui untuk naik ke Kalibiru akan berat, maka Mbak Med mengajak teman-temannya untuk naik jeep saja. Mereka akhirnya janjian di Pemandian Clereng karena lokasi penyewaan jeep berada di depan pemandian legendaris itu. Sekalian juga, Mbak Med mau bikin portofolio perjalanan.

“Nunggu siapa mbak?” tanya seorang pemuda yang memakai seragam berwarna biru bertuliskan Sinar Menoreh Adventure dengan ramah.

“Ini mas, nunggu teman-teman mau ke Kalibiru janjian di sini,” jawab Mbak Med.

“Oh gitu, pake armada kami saja mbak, biar perjalanannya nyaman dan nggak capek. Bisa pilih lewat rute mana,” ucap mas-mas yang menghampirinya tadi.

“Bisa pake jip atau naik trail kalau mbak mau, tapi kalau teman mbak banyak lebih baik naik jip saja. Nanti mbak ndaftar dulu di bagian pendaftaran sana, biar kalau teman-temannya sudah datang tinggal berangkat,” tambahnya panjang lebar.

Memang dari awal sudah berniat naik jip, akhirnya Mbak Med mengiyakan ajakan mas berseragam biru tadi. Sampai di pendaftaran Mbak Med dilayani dengan ramah dan disuguhi informasi yang sangat detail seputar wisata di Bukit Menoreh. Ternyata selain wisata ke Kalibiru, Sinar Menoreh Adventure juga memberikan jasa perjalanan ke Canting Mas, Kedung Pedut, Sungai Mudal, dan Waduk Sermo serta bisa memilih rute perjalanan yang diinginkan.

Sinar Menoreh

Jeep Sinar Menoreh

Setelah menyelesaikan administrasi, sambil menunggu teman-temannya Mbak Med berbincang dengan pengelola Sinar Menoreh Adventure, namanya Mas Adit.

“Mas, informasi wisata dan jasa jip ini sudah lama dibuka untuk wisatawan? Saya lama nggak main ke Clereng ternyata sudah banyak perubahan,” tanya Mbak Med pada Mas Adit.

“Belum Mbak, baru jalan beberapa bulan sejak pertama dibuka akhir bulan November 2016 lalu. Sebenarnya adanya Sinar Menoreh Adventure ini untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan yang berkunjung ke Kalibiru dan wisata lainnya di Perbukitan Menoreh. Kan tidak semua wisatawan yang membawa mobil berani nyupiri sendiri mobilnya naik pegunungan dan disini nyediani parkiran karena di Kalibiru sana lahan parkirnya sempit. Selain itu lokasi parkiran yang strategis memudahkan wisatawan untuk memilih lokasi wisata mana yang akan dituju,” jelasnya.

“Oh, gitu ya, Mas. Lalu semua yang bekerja di sini orang asli sini semua?” tanya Mbak Med dengan penasaran.

“Sebagian besar warga sekitar sini, Mbak. Jangan salah, dengan adanya parkiran wisata ini paling tidak membukakan lapangan pekerjaan untuk 50 orang termasuk para penjual makanan di sekeliling kawasan ini, Mbak. Secara tidak langsung, jasa Sinar Menoreh Adventure menumbuhkan ekonomi masyarakat desa. Bahkan parkiran ini termasuk yang diunggulkan sebagai jasa perjalanan wisata yang berada di Desa Sendangsari,” tambah Mas Adit lagi.

Sinar Menoreh

Jeep Sinar Menoreh Melewati Sungai Kecil

Tak lama berselang, teman-teman Mbak Med akhirnya datang. Mbak Med kemudian mohon diri pada pengelola jasa wisata untuk melanjutkan perjalanan. Kali ini, Mbak Med kebagian naik jip warna merah dengan driver yang terbilang masih muda. Mungkin masih seumuran dengan Mbak Med.

Khas aroma sawah mulai tercium di awal perjalanan menuju Kalibiru dengan dipadu keharmonisan desa yang jauh dari hiruk pikuk kota. Cahaya matahari yang masih setinggi kepala memberikan kehangatan dan semangat untuk memulai berwisata. Tak ketinggalan, pelayanan yang ramah dari pihak Sinar Menoreh Adventure sejak awal sudah memberikan bayangan wisata kali ini akan menyenangkan.

Sinar Menoreh

Foto Bersama Jeep Sinar Menoreh

Lho, itu kenapa Mas, kok pada berhenti di depan? Ada adek-adek juga yang turun ke sawah ikutan nanam padi,” tanya Mbak Med pada driver jip ketika melihat banyak orang berhenti di pinggir jalan dan beberapa lainnya turun ke sawah.

“Biasa Mbak, namanya juga orang kota. Kan jarang bisa lihat langsung persawahan gini, apalagi ini musim tandur. Kalau Mbak-Mbak ini pengen mandeg, boleh. Nyeblok ke sawah. Nanti tak tembungke sama yang punya sawah,” ucap Mas driver yang dari awal belum memperkenalkan diri.

Sinar Menoreh

Foto Wisatawan Bersama Jeep Sinar Menoreh

Tak kalah dengan sambutan di tempat parkir tadi, ternyata driver-driver jipnya juga ramah. Mereka dengan sabar menunggu wisatawan puas berfoto di areal persawahan. Beberapa anak yang kira-kira masih duduk di sekolah dasar terlihat sangat menikmati nyeblok di sawah bersama para petani yang sedang menanam padi. Mbak Med dan teman-temannya hanya melihat keasyikan mereka sambil jeprat-jepret foto.

“Sudah mbak? Bisa kita lanjutkan perjalanannya?” tanya Mas driver yang dari tadi menunggu Mbak Med dan teman-temannya.

“Ayo, Mas! Sampe lupa mau ke Kalibiru saking asyiknya. Oh, ya! Mas namanya siapa?” tanya Mbak Med akhirnya.

“Panggil Vebi aja, Mbak,” ucap Mas driver yang ternyata bernama Vebi. “Setelah melewati areal persawahan ini nanti jalannya akan naik terus, Mbak,” tambah Mas Vebi.

“Ok, Mas Vebi, kita percayakan sama Mas,” ucap teman Mbak Med yakin.

Perjalanan pun dilanjutkan dengan jalan yang terus menanjak dan disambut pepohonan pinus di kanan-kiri yang begitu menyegarkan mata. Sesampainya di Kalibiru, Mbak Med beserta teman-temannya turun, sementara Mas Vebi menunggu di area parkir bersama dengan driver yang lain. Tibalah saatnya rombongan ini menikmati sejuknya udara Kalibiru. Tak lupa, mereka ramai-ramai berfoto di spot-spot menarik yang disediakan untuk pengunjung. Puas berada di lokasi wisata Kalibiru, Mbak Med dan teman-temannya akhirnya memutuskan untuk pulang.

Sinar Menoreh

Jeep Sinar Menoreh di Sungai Kecil Sendangsari

“Mbak, nanti pulangnya kita lewat sungai sesuai rute yang diinginkan di awal tadi,” ucap Mas Vebi.

“Oke, mas! Oh iya, sungainya nggak dalem kan? Kayaknya teman-teman saya pengen mampir main air,” tanya Mbak Med pada Mas Vebi.

Lha itu sudah kelihatan sungainya. Cuma semata kaki, kalau mau nyegur silakan aja, Mbak,” jelas Mas Vebi.

Mbak Med dan teman-temannya dari Jakarta tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini sebelum matahari condong ke barat. Mereka asyik bermain air di sungai yang jernih, berbeda dengan sungai-sungai yang biasa mereka lihat di kota. Setelah puas, mereka kembali menuju ke area parkir di depan Pemandian Clereng. Setelah mengucapkan terima kasih kepada Mas Vebi yang seharian menemani perjalanan, Mbak Med dan teman-temannya lalu menuju rumah Mbak Med untuk beristirahat. Benar-benar hari yang menyenangkan dengan pelayanan wisata yang memuaskan.

Aksara Lainnya : PringOri. Wisata Kulon Progo, Pendidik Hidup Mandiri dan Berdikari

Beriklan Disini Beriklan Disini