JKW, Jam Kulonprogo yang Mendunia
Sumber Gambar : kulonprogokab

Bagi beberapa pengrajin, limbah kayu menjadi hal yang belum begitu diminati pengolahannya dibandingkan dengan bahan utama kayu. Kendala untuk menyulapnya menjadi bahan mebeler adalah alasannya. Namun, berbeda dengan Iyos Pramana, pengrajin kayu dari Pedukuhan Madigondo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh. Melalui tangan kreatifnya, limbah kayu disulap menjadi jam tangan cantik dan bernilai jual tinggi.

JKW, itulah merek yang akhirnya disetujui Iyos menjadi nama brand-nya. Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo mengusulkan pemberian nama itu dalam acara Puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-20 di Alun-alun Wates pada April 2016 lalu. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla sekaligus menandatangani pemberian merek arloji kayu ‘JKW’ yang merupakan penggabungan nama dari Presiden dan Wakil Presiden RI. ‘Joko Widodo - Jusuf Kalla Watch’.

 Jam Kayu Kulonprogo 1

Dibantu oleh adiknya, Furqon Aziz, ia mendaur ulang limbah kayu dari ayahnya yang berprofesi sebagai tukang kayu. Meskipun berasal dari sisa mebel ayahnya, Iyos memastikan jam tangan produksinya menggunakan kayu yang berkualitas. Seluruh pengerjaan arloji kayu dilakukannya secara manual tanpa mesin. Hal ini dirasa penting sebab dirinya tak ingin arloji buatannya tidak sesuai desain jika pengerjaannya menggunakan mesin.

Pada tahap awal, Iyos memilih sendiri serat kayu mana yang akan dikerjakan. Setelah itu, ia memotong serat kayu tersebut sesuai desain yang telah dibuat sebelumnya. Untuk mempercantik tampilan, terkadang Iyos menambahkan pola ukiran pada arlojinya. Terakhir, hasil karyanya dipelitur agar warnanya tahan lama. Karena pengerjaannya manual, Iyos membutuhkan waktu satu minggu untuk memproduksi satu buah jam tangan kayu.

Jam Kayu Kulonprogo 2

Selain jam tangan, Iyos juga memproduksi kacamata kayu. Untuk harga, ia membandrol mulai dari enam ratus ribu rupiah hingga delapan ratus ribu rupiah per satu buah arloji. Untuk kacamata diberi harga lebih tinggi yaitu mencapai satu juta rupiah sebab produknya dipenuhi ukiran yang menarik.

Untuk mengembangkan produknya, Iyos memutuskan bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Ia pun kerap diundang untuk menjual produknya pada stand pameran wirausaha baik di Yogyakarta maupun di luar kota. Tak heran, produk JKW yang rutin dipasarkan melalui media sosial ini telah dikenal dan dipesan hingga Benua Eropa.

lajengpadma/aksaraku

Editor : Sofy Nito

Beriklan Disini Beriklan Disini