Macchiato
Sumber Gambar : MacchiattArt

“Kau masih mencintaiku?”tanyanya padaku.

Aku terdiam.

“Secangkir Espreso dan satu cangkir lagi Machiato,” kata Brando menyela perbincangan kami. “Maaf mengganggu, tetapi ini sudah menjadi tugasku untuk mengantarkan pesanan kalian,”Brando tersenyum begitu juga aku dan kekasihku.

Kami sudah begitu akrab dengannya. Kemudian dia meletakan Espreso di depanku dan Macchiato di depan kekasihku. Diletakan pula sendok kecil di samping kedua cangkir kami. Begitu selesai dari tugasnya dia kembali, sambil menitipkan senyum pada kami sebagai kode selamat menikmati.

Aku sedikit merasa kaget, mengapa kekasihku memilih Macchiato sebagai menu minumannya kali ini. Macchiato berasal dari bahasa Itali yang berarti ternodai.

***

Kami duduk berdua di sebuah warung kopi dekat toko buku Toga Mas. Toko buku itu dipadati oleh pengunjung, begitu pula dengan warung kopi yang berada di sebelah utara persis dari toko buku itu. Aku sangat senang membeli kopi di situ. Pertama, karena kualitasnya bagus, kedua, harganya bagiku tidak terlalu mahal. Selain itu aku sudah akrab dengan penjualnya.

Brando. Dia adalah pemuda yang berumur satu tahun lebih tua dari aku, dengan badan tinggi dan besar. Dia asli keturunan Jawa. Kulitnya hitam dan beberapa bulu tumbuh lebat di tangan serta janggutnya. Model rambutnya sangat aneh dan unik, mirip sekali dengan rambut Mr.Satan dalam film Dragon Ball.

Kekasihku mengaduk secangkir Macchiato perlahan. Terdengar dentingan suara sendok yang menggesek ujung-ujung cangkir. Thing..thing…dan kemudian diam. Sendok itu tergelatak di samping cangkir. Dia menatapku.

“Minumlah dulu,” kataku. Sambil aku menyeduh kopiku yang masih sedikit panas.

“Kau masih mencintaiku?”dia bertanya lagi setelah menyeduh minumannya.

Beriklan Disini Beriklan Disini