PringOri. Wisata Kulon Progo, Pendidik Hidup Mandiri dan Berdikari
Sumber Gambar : wisata.pringori

Pagi hari, saat itu surya bersinar cerah. Namun ada hal ganjil yang mengusik dan merangsang, meminta untuk segera ditelisik. Tak biasanya, suara riuh rendah di pematang sawah dekat rumah Gus Wo begitu meriah terdengar dari kejauhan. Gus wo segera keluar dan menengok. Ternyata beberapa orang sedang melakukan pengambilan gambar disana. Dan ndilalah (kebetulan) salah seorang dari mereka adalah teman Gus Wo, Bung Fendi namanya.

Gus Wo langsung menyambangi Bung Fendi. Segera saja menanyakan prihal keriuhan yg terjadi di seberang rumahnya tadi.

"Ada apa to Bung, kok ramen (rame) dan ada cah ayu-ayu dandan moblang moblong (model) turut sawah pagi-pagi begini?" tanya Gus wo.

"Lagi do photoshoot buat promosi wisata Gus. Ceritanya mau buat wisata dengan konsep desa gitu lah.” Sambung Bung Fendi.

"Wisata sik gimana Bung? Mosok turut tengah sawah (di tengah sawah) begini?" .

"Wah, aku cuma ngancani (menemani) paklik (paman) je Gus. Ha tanya langsung ja sama Pak lik, tak derekke (antar) nggo Gus" lanjut bung Fendi.

Setelah photoshoot dan crew istirahat, di gubug bambu beratap jerami kecil tengah sawah nan sejuk, Gus Wo bertemu Pak Hemi, pria paruh baya, penggagas desa wisata PringOri yang cukup flamboyan.

Photoshoot

Photoshoot Wisata PringOri

Setelah basa basi sedikit, Gus Wo bertanya kepada Pak Hemi.

"Turene (katanya) Bung Fendi mau buat wisata sawah njih pak?"

"Nggih niki Gus, gawe dolanan anyar (usaha baru). Ya itung-itung buat kegiatan Gus. Sukur-sukur palah bisa tetulung tonggo (membantu tetangga) barang to? " Pak Hemi menjelaskan.

"Lha wisata sik pripun ta Pak Hem, kok ada potosut cekrakcekrek barang tadi?” Tanya Gus wo penasaran.

"Gini gus, wisata PringOri ini sesuai nama lama Dusun Pereng, Sendangsari, Pengasih, Kulonprogo, sebelum dinamai Dusun Pereng seperti sekarang. Aslinya tujuan kita adalah pemberdayaan desa. Baik manusianya, pemandangannya, geografisnya, kehidupan masyarakatnya, serta tentunya unggah-ungguh adatnya juga. Dan agar menarik dan pantes, pemberdayaan itu kita kemas dalam wujud wisata. Nah, siapa yang akan berwisata? Tentu orang- orang kota, bahkan manca negara. Sebab, mereka sangat rindu dengan kehidupan desa yang tentram, sejuk dan masyarakatnya yang ramah. Begitu pula orang manca."

Desa Berdikari

Masyarakat Desa Yang Mandiri

"Caranipun (caranya) bagaimana Pak Hem?" celetup Gus Wo

"Ya Sobo Sawah (terjun langsung disawah). Jika saat musim panen, maka akan kami ajak wisatawan-wisatwan untuk membantu masyarakat petani untuk panen raya bersama. Jika saat musim tanam, maka wisatawan juga akan kami ajak untuk tanam padi bersama. Disamping wisata sebagai rekreasi, PringOri juga merupakan wisata edukasi. Edukasi tentang banyak hal, termasuk edukasi moral tentang membangun kesadaran akan peran penting petani, bagi negri ini. Ya kalau bahasa mentahnya, jangan meremehkan petani. Mereka pekerja keras dan mulia kedudukannya." Terang Pak Hemi.

Sobo Sawah

Pemandangan Sawah Pedesaan


"Bagus sekali itu Pak. Dilain sisi,  juga menumbuhkan sikap hidup yang mandiri dan berdikari bagi masyarakat desa. Lalu wisata PringOri itu, semua tentang kehidupan petani saja atau ada paket/kemasan wisata lain Pak Hem?" Tanya Gus wo antusias.

Aksara Terkait : Bangun Manusia dari Desa, Karangsari Berdikari

"Oh ndak Gus. Kita juga ada ngeli bareng (menghanyutkan diri bersama). Yang orang kata orang modern disebut outbond atau tubing. Ada sungai yang mengelilingi Dusun Pereng yang bisa diberdayakan. Sungai yang melewati Dusun Secang sampai Dusun Pereng, jauhnya sekitar 1.5Km. Dan suasana sungai pedesaan nan sejuk, sangatlah asyik untuk dinikmati, dengan tubing tersebut. Dan di sela-sela tubing, para instruktur/guide PringOri yang sudah terlatih dan berpengalaman menyisipkan permainan yang mengarah pada edukasi, keorganisasian dan kepemimpinan. Cara itu sangatlah cocok untuk anak-anak maupun refreshing keluarga serta orang tua. Jadi dengan seneng-seneng pun juga dapat ilmu gitu Gus, " lengkap Pak Hemi

Tubing

Tubing dan Outbond

"Garcep temenan niku Pak. Kalau dari masyarakat desanya sendiri gimana Pak Hem?"

"Mereka sangat antusias kok Gus. Dan ndilalah masyarakat desa disini juga tidak nggumunan (kagetan). Bertani ya bertani walaupun banyak wisatawan berlalu lalang. Dan kadang, para wisatawan yang ikut membantu mereka di sawah, juga memberi sedikit nyep-nyep (uang tambahan). Dan mantepnya lagi, mental petani itu hebat. Walaupun ada nyep-nyep dari wisatawan, mereka tidak pernah menggantungkan hidupnya untuk menunggu bantuan dadakan itu.

Mereka tetap bertani dan bekerja dengan serius seperti biasanya. Jawanya, mereka ndak pernah "njagake ndog e si blorok". Itulah yang Gus Wo sebut masyarakat mandiri dan berdikari tadi ta." Jangkep (lengkap) sudah pak Hemi menjawab penasaran Gus Wo.

Tak terasa sudah sangat lama ngobrol ngalor ngidul, terik siang makin memancar. Tiba-tiba Yu Wi, istri Gus Wo menghampiri untuk menyuruh Gus Wo menjemput Astuti pulang sekolah.

Aksara Lainnya : Wisata Edukasi, Wildlife Rescue Centre

Beriklan Disini Beriklan Disini