Republik Petruk, Dari Anak Muda Adhikarta untuk Indonesia
Sumber Gambar : Redaksi Aksaraku

Suasana kota Wates, kala itu Sabtu, 16 September pukul 15.00 terbilang cukup ramai. Banyak pemuda yang melajukan kuda besinya ke arah GOR Wates. Bukan tanpa alasan mereka datang ramai-ramai ke GOR bersama sahabat, kawan, maupun pacar untuk sekedar menghabiskan malam mingguan. Yap, kali ini Bengkel Seni Alugara punya hajat atau bisa dibilang punya gawe meramaikan dunia kesenian dengan menyelenggarakan pementasan berjudul Republik Petruk. Dari judulnya sudah sarat dengan cerita wayang karena Petruk merupakah tokoh pewayangan yang tergabung dalam Punokawan. Dalam pertunjukan kali ini memang cerita wayang yang dibawakan namun banyak dibumbui dengan gaya khas anak muda.

Republik Petruk 1

Republik Petruk Bengkel Seni Alugara | Foto : Bayu Damar/Aksaraku

Dimulai dari musik yang disajikan bergenre pop, dangdut, rock, dan SKA yang mengiringi selama pertunjukan berlangsung. Ditambah kostum yang mereka kenakan tidak seperti kostum wayang orang pada umumnya tapi lebih ke arah cosplay seperti tokoh-tokoh anime yang banyak digandrungi anak muda. Pementasan ini berlangsung selama 4 jam dengan dibagi menjadi dua babak. Antusiasme penonton sangat banyak hingga memenuhi GOR tak kalah juga dengan para pemain dan pemusik yang totalnya berjumlah 43 orang.

Rep Petruk 4

Republik Petruk Bengkel Seni Alugara | Foto : Bayu Damar/Aksaraku

Republik Petruk merepresentasikan kondisi negri ini, yang dimana bercerita mengenai Pandawa yang membangun candi Eka namun selalu runtuh tiap kali hampir selesai, sehingga membutuhkan jimat Kalimasada untuk membantu dalam pembangunnya. Naas hal ini menjadi kesempatan bagi Mustakaweni anak dari raksana Niwatakawaca yang tewas terbunuh oleh Arjuna untuk membalaskan dendam ayahnya membunuh balik Arjuna.

Rep Petruk 2

Republik Petruk Bengkel Seni Alugara | Foto : Nasya Resti/Aksaraku

Mustakaweni menyamar sebagai Gatot Kaca untuk mencuri jimat Kalimasada. Jimat Kalimasada di tangan namun sayang dapat terebut kembali oleh Bambang Priambada anak Arjuna. Tatkala Petruk ditugasi untuk membawa jimat Kalimasada oleh Bambang Priambada, jimat Kalimasada dibawanya lari ke Lojitengara tentu saja dengan pengaruh Batara Guru dan Batara Narada. Petruk akhirnya menjadi raja di kerajaan Lojitengara dimana semua dibebaskan asal bertanggungjawab.

Republik Petruk 3

Republik Petruk Bengkel Seni Alugara | Foto : Bayu Damar/Aksaraku

Ternyata berita ini terdengan juga sampai ke Amarta, kerajaan para Pandawa. Kerajaan Amarta menunjuk Gareng untuk menjadi raja dan menjadi pimpinan perang. Perang antara Lojitengara dan Amarta tidak terelakkan. Petruk yang bergelar Raja Belgeduwelbeh Tongtongsot akhirnya berhadapan dengan Gareng. Dicurinya Jimat Kalimasada dan Petruk menjadi raja tentunya tak terlepas dari peran Batara Guru dan Batara Narada yang ternyata ingin berpesan pada Pandawa agar tidak membangun candi Eka namun Bhineka. Bagaimanapun bentuknya biarkan alam yang merangkainya.

Pemanggungan Teater paling lama di Kulon Progo dengan durasi 4 jam yang disutradarai oleh Abimanyu Prasetiya Perdana ini mendapat antusiasme publik yang apik.

“Kami targetkan pemanggungan ini sebanyak 500 penonton, namun kali ini mencapai 600 lebih” Kata beliau

Ita Lutfiana, selaku pimpinan produksi

"Ini juga merupakan karya kolaborasi dari berbagai komunitas seni di Yogyakarta dan pelajar di Kulon Progo. Seperti SMA 1 Wates, SMA 2 Wates, SMK 2 Pengasih, SMA 1 Pengasih dan SMA 1 Temon. Dan selain belajar dalam dunia peran, musik dan tari, juga sebagai wadah perekat persaudaraan antar pelajar serta seniman yogya"

Hal utama yang Republik Petruk sampaikan adalah tentang sebuah sanepan (sanepo). Dalam orang jawa untuk menggambarkan sebuah situasi, melakukan pembelajaran dan pengajaran bisa sangat metaforis. Nyenggol lor keno kidul. Begitulah Republik Petruk men-sanepa-kan tentang negri kita saat ini. Disamping itu, Republik Petruk juga menyuguhkan tentang pluralitas yang indah dengan rangkaian keharmonisan.

Ingin tahu seperti apa cuplikan Republik Petruk? Nikmati secuil karya kami

Editor : Bayu Damar

Warta Lainnya : Ajak Anak Muda Berinovasi Bareng Dhimas Diajeng

Beriklan Disini Beriklan Disini