Tegakkan Literasi Melalui Antologi Cerpen Adeg-Adeg
Sumber Gambar : Instagram CASSTER

Perkembangan literasi di Kulon Progo agaknya berkembang beberapa waktu terakhir. Kali ini, siswa-siswi sekolah turut serta memajukan minat baca melalui sebuah buku.

Desember 2017 lalu, Casello Studi Sinema & Teater (Casster) menerbitkan sebuah buku antologi cerita pendek yang berjudul Adeg-Adeg. Casster merupakan organisasi ekstrakurikuler bidang seni teater dan sinema di SMA N 1 Wates. Buku ini merupakan buku pertama dari program kerja baru yang dilakukan Casster pada periode ini. Adeg-Adeg diterbitkan secara independen melalui penerbit Quark Books dan dicetak sebanyak 300 eksemplar.

Ketua Casster, Chintya Devi Anggraini menuturkan ide pembuatan buku tersebut bermula pasca workshop kepenulisan yang dilakukan pada April 2017. Menganggap hal tersebut sebagai tantangan baru, akhirnya sebanyak 32 anggota Casster turut menyumbang sebuah cerita pendek di situ.  Saat itu, para penulis berasal dari kelas 10 dan 11.

Pemilihan judul Adeg-Adeg untuk nama buku sekaligus tema tulisan menurut Chintya karena istilah tersebut berarti permulaan. “Saat kita nulis aksara, kan harus ada adeg-adegnya. Nah, itu menggambarkan permulaan untuk menuju Casster yg lebih baik, kita harus melulainya dengan awalan. Awalan dari perubahan itu adalah kita memulai dari membuat buku antologi. Dari situ kita berani melawati  rasa takut kita untuk menjadi yang berbeda dari sebelumnya,” jelas Ketua Casster angkatan 18 ini.

Salah satu penulis, Rizkiana Lutfi Astari, saat dihubungi beberapa waktu lalu mengaku tidak ada kendala yang berarti selama proses penulisan cerita pendeknya.

“Karena (tulisan) itu imajinasi setiap individu,”

ujarnya yang menuliskan cerita berjudul Kupetik Sepucuk Harapan di Langit.

Siswi lain yang turut menulis ialah Amirta Zulfani Zahro. Meski awalnya sempat bingung dengan tema tulisan yang diberikan, ia akhirnya tetap menulis meskipun dirasanya belum maksimal karena terbentur tenggat waktu. Cerpennya berjudul Antara Benci dan Rindu. Ia mengaku tidak terlalu suka menulis, sehingga ada kesulitan saat menyusun rangkaian kalimat yang ingin dia sampaikan. Walau begitu, karena pada akhirnya ia mampu menuliskan cerita dengan tema yang sesuai, ia pun mengikutsertakan tulisannya dalam antologi ini.

Secara umum, cerita-cerita yang dituliskan dalam buku ini sangat bergaya remaja. Beberapa tulisan mengisahkan kehidupan sehari-hari, seperti cerita persahabatan, cinta pertama, hingga hubungan keluarga. Beberapa tulisan yang lain juga dipengaruhi oleh kisah fantasi yang terlebih dahulu ada. Meski begitu permulaan ini sangat baik bagi penulis pemula seperti mereka dalam menyampaikan pesan-pesan tertentu melalui cerita pendek.

Saat ditanya mengenai respon sekolah, Chintya mengatakan bahwa sekolah sangat mengapresiasi karya ini. Dukungan yang diberikan bukan hanya berbentuk membeli buku tersebut, namun juga memberi saran sebagai bahan pembelajaran Casster ke depannya. “Kita targetin kita bakal produksi buku 3-4 tahun sekali,” pungkasnya.

Warta Lainnya : Srawung Aksaraku, Menyambangi Alam dengan Semangat Literasi

Beriklan Disini Beriklan Disini